Wednesday, December 17, 2008

Memilah

Memilah.

Memburu satu titik masalah sampai titik itu menjadi terang benar asal-usul sebab-akibatnya di otakmu.

Saya mulai belajar menulis naskah. This is one of the blessings He gave me. Ketika saya akan pindah dan kantor tidak menginginkan ilustrator yang tidak dapat hadir secara fisik, saya diberi pilihan lain: menulis. It's kodz kodz kodelikodz, who always have a will to be a writer =)

So, here I am! trying to understand all of this scientific material. Untuk satu naskah ini, materinya Penyerapan Bunyi. Itu adalah topik ynag disebut Pak Joko kepadaku. Ia menyebutkan beberapa pointer, yang mengaburkan topik utama tadi. Aku, tepatnya, mengaburkan semuanya dalam otakku.

Tahukah kamu, dari suatu sumber bunyi, bunyi akan merambat melalui media dan kemudian ia diserap, atau, dipantulkan. Pantulan bunyi dapat berupa 1) bunyi yang memperkeras bunyi asli, 2) gaung, dan 3) gema.

Pointer yang disebut Pak joko a. l. : contoh2 ruangan dengan dinding khusus, sifat bunyi, material2 penyerap bunyi.

Pada research pertama saya tersesat ke wilayah desain akustik. Bagaimana agar kualitas audio suatu home theater baik adanya. Ini tidak hanya bicara tentang penyerapan bunyi, tapi juga bagaimana agar bunyi dapat disebar frekuensinya sehingga suara dari peralatan audio tetap prima.

Lalu saya menghadap Pak Joko. Ia bilang pada saya, bahwa fokusnya adalah "Bunyi dapat diserap. ia dipantulkan berulang2 dalam rongga suatu material dan akhirnya hilang". Saya masih belum ngeh juga. Ga memfokuskan pikiran saya pada kata 'penyerapan bunyi'.

Lalu saya baca komik KUARK Tahun ke-2(skarang udah terbitan tahun ke-5), tulisan Vinda. Dan saya baru ngerti apa yang Pak Joko maksudkan. Penyerapan bunyi, kodz! penyerapan bunyi! Naskah yang ditulis Vinda memfokuskan diri pada penjelasan bagaimana bunyi dapat menjadi begitu bising sehingga ia perlu treatment agar kebisingan itu tidak mengganggu. Yaitu dengan cara diserap.

Naskah yang sudah saya tulis, menyebutkan satu point fokus di atas dalam satu kalimat yang cuma makan tempat 1/4 halaman. Sementara Vinda membahasnya dalam 4 halaman. Hell, yeah! Aku baru sadar aku menyesatkan diri lagi dengan memasukkan pantulan sebagai fokus pembahasan. Vinda membahas penyerapan suara dengan setting yang nyata dan familiar. rrraaaaggghhhh.....

Menajamkan topik yang dibahas, dan mendapatkan pengertian yang mendalam dari topik tersebut. Kalo kita bisa melakukan itu, niscaya masalah akan lebih cepat selesai. Karna masalah jadi terlihat lebih sederhana. Sehingga kita ga jiper untuk menyelesaikannya.

Camkan itu, kodz!

Baik, madame!

Haiyah!

Monday, December 15, 2008

Senin sore di kantor ini

Hello blog =)
It's been a while since I wrote to you the last posting.

Dua orang teman saya telah menikah, yang satu sedang mempersiapkan pernikahan. Aku sendiri dan Sam sudah bersama-sama selama 4 bulan! Dan hidup masih saja merupakan suatu misteri yang menyenangkan untuk diarungi. Kadang saya masih merasakan kepanikan dan rasa gregetan untuk keluar dari suatu masalah. Kadang saya terheran-heran melihat hal yang saya yakini dalam-dalam meleset begitu saja di depan hidungku.

Tapi banyak hal yang Ia buat tepat pada waktunya. Sampai-sampai saya menatap kelangit-langit tiap berdoa malam dan berucap, "Trima kasih, Sancti"

I am loved by Him. I know it for sure =)

Malam ini adalah malam hari Senin. Saya akan menghadiri pesta seorang teman yang akadnya hari Jumat dan membuat saya ijin 2 jam dari kantor. Pecinta hari kantor banget kan, mereka...Haha...

Saya masih berharap akan punya waktu untuk mendadani meja makan kami di rumah dan pergi memilih kue-kue untuk malam Natal. Yang akan kami habiskan bersama di ruang makan yang baru dipindahkan agustus yang lalu. Meja makan kami kini berada di ruangan yang lapang. di ujung ruangan yang satu lagi ada meja TV dan kursi rendah dengan bantal-bantal, the living room. Ruang makan berlatar belakang tangga kayu yang menuju loteng atas. Berseberangan dengan dapur baru yang punya kusen tebal dan dinding bata merah. Meja makan kami terlihat gagah karena ditarik sampai ukuran maksimalnya, karena sekarang space-nya cukup untuk itu =) It's such a pretty space, Pap... Aku menyukainya.

2 jam lagi jam kantor selesai... I'm counting my last days in here... and get ready for the next step Life want me to go.

See ya!

I love you, life
_ _ _

Wednesday, October 29, 2008

need a new song

Iiiiiiiiii wanna scream out louuuuuud!

ngantuk euy.... naskah belom kelar(I learn writes some story! yaaaay!), komik masih banyak... uuuu.... sebenernya smua cukup maksimal, tapi karna waktunya padet, jadi BT, panik ga kelar2. aku mau maiiiiin! sebel mikir tiap malem kudu lembur.

tadi ada postingan musicademia yg telat kubaca. twilite orchestra. today. only 20.000! Lea Simanjuntak! 'very sure it can cure me! raaaarrrrrrragggghhhh!

well... ga bisa nonton juga kok. Sam lagi sakit soalnya =p hehe.....
I need a new song. new music. please send me some new cd, cos i won't be able to go out this week. i'd better go to rectoverso website.

bye.

Sunday, October 26, 2008

WATER SONG

Dulu banget, saya lihat cover Out of Shell oleh Dee di QB. Saya tanya temen saya yang juga penggemar Dee, enak2 ga. Dia bilang biasa aja. Berhubung saya juga ga terlalu gimana banget dengan RSD, saya lewatkan begitu saja album itu.

Baru tadi saya jalankan lagu "Water Song" di dee-idea.blogspot. Udah lama sih, liat lagu itu nangkring di situ. Cuma dasar males nungguin loading nya kelar, baru tadi saya pasang.

dan -

semua emosi terasa tertumpah di dalamnya. Bukan sedih, bukan juga riang. Seperti sebuah lamunan yang dinyanyikan, dan saya larut di dalamnya...

I will buy the album =)

Thursday, October 23, 2008

This Morning

Udara hari ini terasa... tanggung.

Mengambang tapi tidak terlalu ringan. Seperti mengintip dari balik awan tebal. Semuanya bersaput opacity sekian persen. Hatiku tidak sedang riang, tapi tidak juga terlalu minus... sedikit khawatir, tapi tak ingin kurasa-rasa.

Feist suit this morning best =D

Sunday, September 28, 2008

Rendez-vous

I've just seen the old port folio-a luxurious car gallery. It's about two years ago, when I'm doing an 'architectural' job =)

It's an awsome space. We made it as a continuum space, either vertical and horizontal. I've made the ramp concept; I'd like to make the gallery having a flowing vertical moving. So there's no stairs; perpindahan antara satu lantai dengan lantai lainnya menggunakan ramp terus menerus. Juga sirkulasi dibuat khas galeri/museum: Sirkulasi pengunjung diarahkan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman scene demi scene.

Konsep ini disempurnakan oleh Pak Arman sehingga menjadi lebih efektif. Kami mendapatkan lahan sempit berbentuk kotak. Hampir tidak ada pilihan lain selain memilih bentuk bangunan persegi, karena tidak cukupnya luasan VS kebutuhan ruang. Beliau 'mengakali' kekhawatiran para arsitek muda yang gerah dengan bentuk persegi, dengan suatu teori: "Saya pengen nyoba tuh, sperti model-model bangunan yang skrang, kita bikin bentuk kotak, tapi di dalamnya ada bentuk2 organik yang melayang-layang, atau tau2 keluar di facade bangunan"(OK, I didn't remember exactly what he say-hope he didn't check it =p peace yo, sir!).

Dan sejak konsep denah dan 3D ruangan dibereskan oleh Dannies dan PAT menjadi lebih waras(punyaku agak tidak waras), hasilnya.. hmphh... I love it! It's such a pretty space..(Yay, too bad Arcadia didn't get it, the Lexus representation still didn't really convince that the space is really fit the car size-you know that Lexus car is sooo long, it's not normal.. ahahaaa... crazy you kodz,that's the "luxury", not "abnormal").

Dari setiap ruangan kita bisa memandang floating floor/ floating mass yang muncul di sana sini. Ruangan theatre dibuat menyerupai bentuk telur yang muncul di tengah-tengah lantai kedua. Semua batasan ruang dibuat seorganik mungkin(I mean curved). Ruang resepsionis, void lift, dan bar dibuat berbentuk bulat telur. partisi-partisi juga dibelokan ke sana kemari.

It's just make me go back to that era, I miss it. Aku kangen saat-saat di mana ide harus diperhitungkan dengan ukuran, logika, dan realita. It makes you smart. Berpikir terus-menerus. Serius deh, lo ga bisa jadi arsitek tanpa daya juang yang tinggi. Haha...
I hope someday I can play it again.Saya sudah dapatkan pelajarannya dari jaman pembelajaran tersebut, dan semuanya diterapkan saat ini, but still, I wanted to use that staedler triangle again.

Architecture,I've been traped by it's charm...

Tuesday, August 19, 2008

music saves me!

Sometimes music saves me.
Saya senang mendengarkan musik klasik, atau musik-musik orkestra. Karena kedengarannya begitu banyak instrumen dan nada yang tergabung di dalamnya, dan sangat menakjubkan bagaimana semuanya bisa menjadi suatu kesatuan. Mendengarkan bar demi bar adalah suatu pengalaman yang mendetail dan asyik, membuat saya menebak-nebak instrumen apa saja yang sedang main saat itu.

Pagi ini otak saya agak penuh. Lalu nemu The best of David Foster di folder teman. Winter Games is still the masterpiece... Dan itu cukup membuat saya bisa mengalihkan perhatian dari hal-hal yang mengganggu. Karena otak saya penuh oleh suara piano yang dahsyat!

=) trims ya, mang dapid ...
u are amazing!

Friday, August 15, 2008

Chooooose, kodz!

I'm married! can u believe that, I am a married woman! kiuwww! this funny and ... AMAZING. Hihi....

Anyway, on this subject I won't take that topic too much. Another time, all right! Saya kmarenan nikah di Salatiga. Semua acaranya di Salatiga. Sekitar 3/4 hari setelah acara, on the way to Solo saya dan Sam mampir di Apple Kids, sekolah yang dijalankan Mbak Ayu, salah satu tante. Apple Kids adalah play group dan TK, 80 % pelajaran dilakukan dalam bahasa inggris. Lucu banget deh. Saya dan Sam ke sekolah itu mengantarkan sepupu (yang beda usianya lebih dari 20 tahun dari Sam), Kariso. Begitu Kariso turun dari mobil dan memasuki halaman sekolah, ada seorang perempuan muda dengan kostum kemeja dan jeans melompat di depan kami(serius deh, dia melompat). "Good morning, Kariso! what time did you sleep last night?" sapanya. Ternyata si mbak adalah salah satu "miss' di sekolah itu.

And that school is incredibly fun. Setiap kelas dilasi matras warna-warni, dan dindingnya penuh dengan hasil karya para murid. Setiap pagi murid dari semua level bergabung dan menyanyikan lagu serta berdoa. Lalu mereka menyanyi dan menari bersama-sama. Ada juga lagu manadarin yang mereka hafalkan.

Mengajar adalah salah satu obsesiku. Tapi akhir2 ini saya lebih silau dengan lingkungan yang lebih stylish. Saya berharap berikutnya bisa bekerja dengan orang-orang di lingkungan majalah. fashion. stage. advertising. etc. Karena kelihatannya terlibat di lingkungan demikian bikin saya lebih up to date. Bikin saya ketemu lebih banyak orang.

Siang ini saya dapat naskah. Saya bersyukur bisa belajar di KUARK ini. Menggambar kartun memberi saya kesempatan untuk belajar tentang mimik dan ekspresi. Saat menggambar si tokoh tadi, saya bertanya-tanya, seberapa banyak sih perbendaharaan saya akan gesture anak-anak? Sejak lama saya menyadari, bila saya berkesempatan mengajar, saya punya motif tambahan: demi profesi ilustratorku, berdekatan dengan anak-anak akan menjadi suatu pengalaman yang memperkaya perbendaharaan visual saya.

Tapi di lain pihak saya merasa di usia ini saya seharusnya mencoba dunia yang lebih dinamis. Mumpung guts-nya masih kuat.

So? I'm still looking for clues =)

Meanwhile, saya senang dapat kembali menikmati menggambar....

Thursday, July 24, 2008

Si Orang Jepang yang baik

Once my uncle told me about japanese people work ethics.

Saat itu kami sedang membicarakan book binding. Om ku berkata, "Orang Jepang itu luar biasa. Apapun di tangan mereka keluarnya pasti bagus. Bahkan kalo bahan yang diberikan kepada mereka jelek, mereka akan berusaha membuatnya menjadi bagus".

Buat saya itu suatu cara pikir yang luar biasa. Kemauan untuk membuat sesuatu menjadi bagus tidak hanya melibatkan hasil secara teknis, tetapi juga kelapangan hati seseorang untuk 'mengangkat' orang lain yang bekerja dalam satu lingkaran bersamanya.

Misalnya saja, akhir-akhir saya makin sering menerima naskah yang menjengkelkan di kantor. Menjengkelkan itu banyak sebabnya, antara lain: Dialog yang terlalu banyak dalam satu halaman, sehingga saya harus menggambar tokoh banyak sekali berulang-ulang, ga efisien banget deh. Atau naskah yang berantakan. Penulis meminta ilustrator membuat diagram, tapi tidak dijelaskan dengan gambar, cuma pake kata-kata. Mesti 3 kali baca baru deh gue ngerti apa maksudnya. Atau satu penulis yang selalu memberi contoh gambar banyaaak sekali. Digambar ulang ga mungkin(ga cukup waktu), ga digambar jadinya tempelan banget. it's cartoon, not a real magazine.

Saya bisa saja menggambar seadanya dengan alasan naskah yang tidak optimal. Tapi kalau saya melakukan itu, sering ada yang ketuk-ketuk di otak saya, bilang bahwa saya belum berusaha cukup keras. Ada seribu satu cara melakukan segala sesuatu. Bahkan naskah yang jelek pun bisa menjadi menarik di tangan ilustrator.
Makanya saya suka ingat si orang Jepang yang diceritakan om saya itu, dan bercita-cita bisa jadi begitu.

Selamat sore!

=)

Wednesday, May 7, 2008

'Bout Happiness

Saya bukanlah seorang pemberani. Itu saya tahu. Makanya saya kagum pada Harry Potter yang terjun begitu saja ke dalam lubang pohon raksasa untuk menyelamatkan temannya. Kalau saya, kayaknya akan meringkuk di balik semak.

Tapi hidup tidak mengijinkan kamu menjadi penakut. Kamu tahu, hanya ada satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah? Caranya adalah: Selesaikan Masalah Itu. Face it. Either you have an army or just an empty hand with you.

Ada kalanya saya berharap saya bisa terus tersenyum. Bersyukur. No matter what. Itu baru namanya 'bahagia'. Orang yang tertawa saat tubuhnya sehat sih belum tentu orang yang bahagia. Tapi orang yang tersandung batu lalu tertawa, itu baru namanya orang bahagia.

Pada akhirnya, saya berharap bisa mencapai kebahagiaan. Dan kedamaian. Pada saat saya menikmati dunia ini. Dan saya rasa itu harus saya bangun setiap saat. Setiap kali saya berucap dan bertindak. Karena bahagia adanya di hati. Dan itu pilihan, bukan keadaan yang terbentuk oleh faktor2 di luar diri kita.

Selamat malam =)

Friday, March 28, 2008

man with integrity

Dear life,
kutahu apa yang kurindu
man with intensity
yang bisa kuteladani apapun darinya

man with integrity
supaya darinya aku belajar kehidupan
bukan hanya teknis dan permukaan

di lingkungan kerjaku saat ini, aku tidak bertemu dengan mereka. Padahal aku butuh mentor. suhu. guru.

Kuharap setelah ini, aku akan dapat kesempatan untuk belajar dari seorang maestro.

Karena aku tidak hanya butuh keterampilan. Kurasa sudah saatnya aku belajar lagi tentang cita-cita. passion. keyakinan yang membawamu menembus batu karang.

Dear life,
ijinkan aku,
ijinkan aku

Monday, March 17, 2008

Padang rumput dan hidangan piknik....

Kepala berat. Kerjaan banyak banget. Sedih mau ditinggal teman kantor. Besok mau berangkat ke Salatiga belum packing.

Auuauauauauuuu! Aku tidak mau menghadapi realita... aku mau berada di padang rumput, di bawah pohon yang dahannya menjuntai-juntai, di sebelah kali kecil yang bening airnya. Bunga-bunga cantik dan hidangan piknik... hmmmm.... semua makhluk2 yang digambar Beatrix Potter dan tokoh2 The Wind in the Willows bermain-main di sekelilingku dan mengajakku tertawa2.

=)
Nice, huh?

Let's go back. To the computer and the paper and the script.

Feeling Fine

Pernahkan kamu merasa... tenang saja ketika mendengar berita yang tidak menyenangkan?
Bila aku tidak merasa panik ketika mendengar sesuatu yang jelek, buatku artinya aku sedang merasa damai. No panic mode.

Tentu saja keadaan baru itu akan butuh tindak lanjut. Usaha yang lebih. Tetapi bila kamu menerimanya dalam keadaan no worries, artinya kamu percaya pada hidup. Bahwa kamu akan baik-baik saja, no matter what.

Tonite I'm feeling so. Dear life, I'm OK. Just OK =)

Salah satu pegawai kantor akan resign lagi. On my department. There were so many people coming out from this company. It's sad to see it. Sepertinya habitat satu ini tidak bertumbuh sebagaimana mestinya kebun yang yang subur....

Monday, March 10, 2008

Appointment with the catfish

I have done the appointment with the catfish! yayyy! yayyyy!!!!

So you see, I've got a job to illustrate about 9 books, just for 3 weeks. It's makin me a headache, and a such a boring phase.

Buku pertama adalah buku cerita anak2, berwarna. Mengerjakannya sendiri cukup menyenangkan. Tapi dalam permintaan ideal dari yang memberi pekerjaan, 16 gambar berwarna sekitar ukuran A4 hrus dikerjakan dalam waktu 1 1/2 hari. Hah! gua kan ngantor! Aku menyelesaikannya tepat kelipatan dari waktu itu: 3 hari. Walaupun cukup menyenangkan, kukira aku akan pingsan bila 9 buku lainnya adalah buku serupa itu. Itu bakal sangat melelahkan. Aku akan harus diam saja di satu tempat, tidak menghabiskan waktu untuk perjalanan pulang. makan. ke WC.

Tapi ternyata buku2 berikutnya adalah buku hitam putih, yang isinya adalah ketrampilan2 seperti"Pembenihan Ikan Lele", "Membuat Atap Sabut Semen", "Membuat Pakan Ternak". Aku sangat girang ketika aku mendapatkan buku2 itu. Isinya hanyalah outline hitam putih, persis buku pelajaran SD. Dan posenya juga sudah ada, aku tinggal menggambar ulang. Dan aku tambah terpingkal2 membaca buku pertama yang kuputuskan akan menjadi naskah pertama yang akan kukerjakan: Membenihkan Ikan Lele. Kata membenihkan tentu saja maksudnya adalah reproduksi. Lo tahu isinya? step by step membedakan lele jantan dan betina (Iye, kudu ngegambar itunya lele). Trus memijat lele supaya telur maupun spermanya bisa keluar secara uatan, Memotong kantong sperma lele untuk pembuahan di luar. Yaiks!

Tapi makin lama gua ga ketawa2 lagi. It's been an itches, that catfish thing. Aku biasa mengerjakan segala macam yang bisa dikerjakan, in the mood, di awal. Jadi aku merapel banyak naskah dengan membuat gambarnya, tanpa men-scan atau mengeditnya lagi di komputer. So the the catfish is delayed about a week. Sebelum dia bener2 siap dalam bentuk CD.

Naskah berikutnya ga terlalu aneh, tapi lebih jijik: Penyakit pada ternak. Yang dijadikan contoh adalah kambing. Ada gambar kaki kambing tumbuh benaluuuu! tidaaaak! Gimana aku bisa sambil makan ngerjain itu kalo isinya begituuuh! iiiih! iiih!

Selama seminggu kemarin si Lele sudah menjadi menjadi bulan2 an antara aku dan Sam. Saban kali menelpon, Sam akan menanyakan kabar si Lele, udah digoreng belum. Naskah yang lumayan menarik adalah pembuatan atap dengan menggunakan adukan semen dan sabut kelapa. Jadi adukan itu nanti dicetak menggunakan lempengan asbes. Jadinya bergelombang juga. Cukup menarik untuk dicoba =p Naskah itu kukerjakan dengan senang hati berhubung isisnya cuma orang dan garis2 lurus. Coba aja lo liat gambar kambing gua! Ayahku yang malang menatap si kambing sangat lama, "Kamu ga pernah liat kambing beneran sih", Aku menatapnya dengan memelas. Kalo banyak waktu sih aku mau aja nyari2 dulu di internet, dan berlatih menggambar proporsi yang benar. Tapi gue kepepet, man, gimana dong...

Aku masih punya seminggu lagi dating dengan gambar2 hitam putih ini. Yeaaah! semangat kodz!

Friday, January 25, 2008

Simplify on Drawing Characters

Simplify on drawing characters?

Kami akan lembur. lagi. minggu ini. satu setengah minggu, atau boleh juga dianggap 1 minggu. untuk 15-30 halaman komik.

Jadi, make it simple. Belum dapat naskah? atau naskah belum ada di tangan? Gambarlah tokohmu(lebih mudah lagi untuk binatang dan tumbuhan-gerakan dan mimik mereka toh terbatas) dalam berbagai gerakan. Kepala mengahadap depan, serong, samping. Posisi badan juga dari 3 angle itu. Buatlah kaki/tangan yang menunjuk. posisi berdiri biasa. telapak tangan menghadap ke atas atau ke samping. Dan kamu tinggal menggabungkannya nanti sesuai dialognya.

Sangat tidak dianjurkan dalam kondisi ideal. raaarrrgh!


Thursday, January 24, 2008

LIFE MANUAL BOOK

Aku selalu ingin kepastian sebelum aku melakukan sesuatu. Dan kadang-kadang aku berpikir, wouldn't it be good if i can wrote my life adventures in a detailed story? Lengkap dengan tabel2 berbagai macam advice yang kudapat ketika mengalami suatu masalah, lau tabel2 pilihan yang bisa saja kubuat, dan akhirnya keputusan apa yang kubuat, lalu konsekuensinya bagaimana. Freak, huh?! haha...Bisa menjadi salah satu referensi nantinya, seperti kita biasanya membaca kisah hidup seseorang dan mengambil pelajaran darinya. Lalu aku berpikir-pikir, mengapa tidak ada life guide book? yang disusun berdasarkan rentang usia. Dilengkapi dengan petunjuk2 dasar, lalu contoh2 kasus yang memberi kita pilihan saat menghadapi tipe persoalan A,B,C,dst. Membuat kita lebih mudah untuk membuat keputusan dalam hal-hal membingungkan.

Tapi sebenarnya orang-orang yang mengisahkan hidupnya juga banyak kan? Juga fiksi yang menceritakan lika-liku perjalanan setiap orang yang berbeda-beda lingkungannya. Sebenarnya saat membaca kisah-kisah hidup orang lain kita sedang mempelajari sesuatu. Sedikit dari kisahnya si A dan si B.

Lagipula... apa serunya kalau segala sesautu sudah ada guidance nya? Tinggal menjalankan, tanpa harus bepikir dan bereaksi cepat.

Pada akhirnya kurasa aku hanya butuh prinsip-prinsip dasar. Buku-buku semacam The Secret, Conversation with God(aku baru baca versi teens nya), 7 Habit, atau injil, it's enough to guide you trough the whole condition. Tentu saja ada keadaan tertentu yang membutuhkan masukan lebih jauh, tapi pada kondisi demikian pun(misalnya: memilih buku tentang marriage atau kehamilan), aku akan memilih buku yang menunjukkan hal2 yang esensial. Makanya aku ga suka banget dengan buku-buku (biasanya lokal) yang hanya memberikan tips-tips dan bukan panduan dasar. It won't be too much useful, unless your problem is specifically the same case on that book.

=D

CONCEPT AND ACTUAL CREATION

Saya baru saja membuatkan undangan pernikahan untuk teman saya. Dasar sudah lama tidak mendesain, urusannya jadi agak ribet buat saya. Sepertinya banyak sekali keputusan yang harus dibuat. Pertimbangan-pertimbangan konseptual maupun teknis.



Minggu yang lalu saya mengamati desain website yang dibuat oleh teman saya. Ia memperlihatkan 2 desain dari website majalah anak-anak. Yang satu adalah website yang lama, yang satu lagi desain baru. Desain baru ini halaman utamanya lebih 'gaya' dibanding website lama. Memperlihatkan setting suatu padang yang luas, ada kupu-kupu yang terbang naik turun, dan asap knalpot mobil yang mengepul-ngepul. Bila salah satu icon di klik, kita akan masuk ke menu berikut, sesuai dengan teks yang muncul bila kursor didekatkan pada icon.

Desain baru lebih menarik, tapi menurut si bos, desain itu tidak memperlihatkan identitas si majalah. Malah menurutnya website lama lebih punya identitas. Kata temanku, " Padahal temen gue bikin desain (yang baru) itu pake konsep loh. Website yang lama sih... ga tau konsepnya apaan.". Kataku, " Bud, pake konsep atau enggak sih, ga menjamin pesan yang mau disampaikan nyampe ke orang yang buka website."

Dan saya jadi mikir sendiri tentang pernyataan saya itu.

Pada kenyataannya, suatu ide memang baru teruji keberhasilannya ketika hasil akhirnya sudah terwujud. Selama ia masih desain, ia belum 100 % diketahui kualitasnya.

Beberapa saat yang lalu saya membuatkan desain undangan pernikahan untuk teman saya. Walaupun senang karena proyek coba-coba ini akhirnya jadi juga, saya kaget juga ketika undangan itu sudah jadi. Karena masih coba-coba, saya tidak seberapa ngotot untuk ketemu langsung dengan percetakannya. Warna ungunya 'lari' entah ke mana, dengan terlalu banyak tone biru daripada pink. Lalu foto teman saya yang memang dibuat agak sephia, saturasinya lebih turun lagi sehingga wajah teman saya seakan-akan disepuh warna perak seperti pemain pantomim di mal-mal. Oh ya, antara cover dengan bagian dalam undangan juga tone ungunya saling berbeda, sehingga menurut saya penilaiannya jadi ga bisa fair. Gimana mau fair, kalo cover dan bagian dalam sama2 pake nuansa ungu, tapi tone nya beda? Kayaknya desainernya ga berusaha untuk membuatnya dalam satu nuansa.

Bahkan ketika suatu desain sudah terpampang di layar komputer, saya harus menunggu proses cetak yang mungkin cuma 5 % porsinya dibanding keseluruhan proses, tetapi saat itulah barangnya jadi, baru siap untuk penilaian akhir.


Dulu waktu saya kerja di kantor arsitek atau pas kuliah, seringkali saya punya ide-ide spektakuler. Tapi ketika harus mewujudkannya dalam gambar-gambar kerja, saya bingung sendiri. Hasilnya kebanyakan Butuh banyak vocabulary untuk bisa membuat wujudnya seperti yang ada dalam kepala saya.

Membuat undangan pastinya lebih sederhana urusannya daripada membuat suatu ruang atau bangunan. Kamu tidak bisa mencantumkan tulisan atau sembarangan menaruh icon di suatu bangunan. Makanya saya kagum sekali pada arsitek-arsitek yang bisa membuat kita merasakan 'sesuatu' ketika kita melihat atau mengalami desainnya. Di tangan penikmatlah desain kamu teruji, berhasil atau tidaknya. Bahagia banget kalo seseorang sampe bisa bilang suatu kata yang merupakan kata yang kamu digunakan dalam konsepmu.

By the way, warna undangan tadi adalah segelintir dari seluruh poin yang ada di barang tersebut. Selain itu, rasanya sih undangan itu bolehlah.... Ada satu temennya-temen saya yang liat undangan itu dan bilang,"wahhh.... ini kan menggambarkan perjalanan cinta lo, ya Da...!" Sampe situ, saya anggap pesan saya nyampe ke pemirsa =)

Tuesday, January 8, 2008

Mixed-up

Hari ini kegiatan saya mixed-up betul. Entahlah saya mengerjakan apa saja. Saya punya rencana untuk memindahkan catatan-catatan dalam buku yang terpisah-pisah ke dalam 1 file yang meng-compile semuanya. Itu harusny aselesai sebelum jam 9. Setelah itu, sedikit dikejar oleh perasaan bersalah, saya merencanakan untuk menggambar. Menggambar apapun.

Pagi itu satu buku selesai saya pindahkan isinya. Satu buku lagi terputus oleh.. apa ya? Pacar saya menelepon, membicarakan beberapa hal, dan saya memutuskan untuk chatting dengan Rini untuk mencari informasi. Setelah itu saya teringat pada seseorang yang juga mempunyai account di Deviantart, semacam web gallery. Saya mencari-cari dan berhasil menemukannya. Dan perasaan iri menyelinap di hati saya. Anak ini tidak betul-betul berprofesi sebagai ilustrator, tetapi galerinya memuat cukup banyak karya. And her work is good. Perasaan ini mengantar saya untuk berpikir "Have I done enough?" Apakah saya sudah cukup banyak berkarya, dalam arti menggambar? Banyak hal-hal lain yang saya kerjakan di luar menggambar, karena buat saya menggambar bukan profesi tunggal. Tetapi untuk menjadi seorang profesional, saya harus banyak mencoba, kan? Saya mencoba mengingatkan diri bahwa setiap bulan saya menghasilkan 15 halaman komik seukuran kwarto. Sampai di situ, saya mencoba unutk menghentikan pikiran panik tadi. Kenyataan bahwa saya mengahasilkan hal lain di luar menggambar harusnya saya perhitungkan juga.

Setelah makan siang, saya masih juga belum tergerak untuk menggambar. Padahal ada target yang jelas: sebah lomba cover novel. Saya malah mengunjungi website seorang penulis cerita anak yang ilustrasi2 bukunya saya sukai, dan membuat email untuk menghubunginya. Dari multiplynya saya mendapatkan alamat kontak beberapa penerbit dan ilustrator lainnya.

Hal ini mengeingatkan saya kepada beberapa hal yang sudah lama menggantung di tepian sekian banyak aktivitas sehari-hari saya: Build your networking. Pada kenyataannya, saya belum cukup serius memanfaatkan internet yang bisa saya akses 24 jam. Seorang ilustrator senior mengatakan ia memberikan waktu khusus, yaitu hari Jumat, untuk melakukan networking. Itu artinya mempromosikan diri, mengontak orang-orang baru, dan meng-up date berita untuk kontak2 lama.

Ketika tadi menggali-gali setiap alamat kontak dan kemungkinan yang ada di website si penulis, saya merasa cape. Sama seperti dulu saat mencari pekerjaan. Mungkin karena saya idak menyediakan waktu khusus untuk networking ini, sehingga selalu merasa harus buru-buru. Banyak yang bisa didapat, tapi dalam jangka waktu yang sempit.

Mungkin, jawabannya adalah sesuatu yang sering saya katakan pada diri saya sendiri: "Jangan melompati anak tangga. Pada akhirnya anak itu harus dijalani juga" - kecuali, kamu punya strategi khusus. Maksudnya adalah, dari proses A saya tidak bisa langsung loncat ke proses C, tapi harusnya saya melewati proses B dulu. Kecuali saya ternyata sudah terlalu jago untuk proses B.

Baru seminggu yang lalu saya menyatakan "ya" untuk lamaran yang diajukan pacar saya =) Dan sejak itu, otak saya berputar-putar terus. Antara lain saya sedang mencoba mencerna, apakah saya harus mengurangi beberapa urusan saya, untuk mengurus persiapan pernikahan? Tapi bila saya ingin membangun karir sebagai ilustrator yang bekerja di rumah, saya rasa tidak ada alasan untuk menundanya. Because I can!

Karena masih punya waktu di antara segala macam persiapan wedding and marriage. Betul bahwa saya sedang mengisi setengah dari lingkaran pizza saya untuk menuju hidup yang saya inginkan, tapi potongan pizza saya yang cuma sepdelapan juga masih muat kok, untuk saya tangani. Because I can =)

I have to stay on my focus. Huaaahhhh!!!!




O yea, seorang teman kantorku akan pindah besok. Dia adalah salah satu orang yang membuat kantor ini berjalan. Nad she's moving, dan belum ada penggantinya. Crazy, huh?

I'm gonna miss her a lot. lot. lot. Profesionally and emotionally.