Wednesday, October 29, 2008

need a new song

Iiiiiiiiii wanna scream out louuuuuud!

ngantuk euy.... naskah belom kelar(I learn writes some story! yaaaay!), komik masih banyak... uuuu.... sebenernya smua cukup maksimal, tapi karna waktunya padet, jadi BT, panik ga kelar2. aku mau maiiiiin! sebel mikir tiap malem kudu lembur.

tadi ada postingan musicademia yg telat kubaca. twilite orchestra. today. only 20.000! Lea Simanjuntak! 'very sure it can cure me! raaaarrrrrrragggghhhh!

well... ga bisa nonton juga kok. Sam lagi sakit soalnya =p hehe.....
I need a new song. new music. please send me some new cd, cos i won't be able to go out this week. i'd better go to rectoverso website.

bye.

Sunday, October 26, 2008

WATER SONG

Dulu banget, saya lihat cover Out of Shell oleh Dee di QB. Saya tanya temen saya yang juga penggemar Dee, enak2 ga. Dia bilang biasa aja. Berhubung saya juga ga terlalu gimana banget dengan RSD, saya lewatkan begitu saja album itu.

Baru tadi saya jalankan lagu "Water Song" di dee-idea.blogspot. Udah lama sih, liat lagu itu nangkring di situ. Cuma dasar males nungguin loading nya kelar, baru tadi saya pasang.

dan -

semua emosi terasa tertumpah di dalamnya. Bukan sedih, bukan juga riang. Seperti sebuah lamunan yang dinyanyikan, dan saya larut di dalamnya...

I will buy the album =)

Thursday, October 23, 2008

This Morning

Udara hari ini terasa... tanggung.

Mengambang tapi tidak terlalu ringan. Seperti mengintip dari balik awan tebal. Semuanya bersaput opacity sekian persen. Hatiku tidak sedang riang, tapi tidak juga terlalu minus... sedikit khawatir, tapi tak ingin kurasa-rasa.

Feist suit this morning best =D

Sunday, September 28, 2008

Rendez-vous

I've just seen the old port folio-a luxurious car gallery. It's about two years ago, when I'm doing an 'architectural' job =)

It's an awsome space. We made it as a continuum space, either vertical and horizontal. I've made the ramp concept; I'd like to make the gallery having a flowing vertical moving. So there's no stairs; perpindahan antara satu lantai dengan lantai lainnya menggunakan ramp terus menerus. Juga sirkulasi dibuat khas galeri/museum: Sirkulasi pengunjung diarahkan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman scene demi scene.

Konsep ini disempurnakan oleh Pak Arman sehingga menjadi lebih efektif. Kami mendapatkan lahan sempit berbentuk kotak. Hampir tidak ada pilihan lain selain memilih bentuk bangunan persegi, karena tidak cukupnya luasan VS kebutuhan ruang. Beliau 'mengakali' kekhawatiran para arsitek muda yang gerah dengan bentuk persegi, dengan suatu teori: "Saya pengen nyoba tuh, sperti model-model bangunan yang skrang, kita bikin bentuk kotak, tapi di dalamnya ada bentuk2 organik yang melayang-layang, atau tau2 keluar di facade bangunan"(OK, I didn't remember exactly what he say-hope he didn't check it =p peace yo, sir!).

Dan sejak konsep denah dan 3D ruangan dibereskan oleh Dannies dan PAT menjadi lebih waras(punyaku agak tidak waras), hasilnya.. hmphh... I love it! It's such a pretty space..(Yay, too bad Arcadia didn't get it, the Lexus representation still didn't really convince that the space is really fit the car size-you know that Lexus car is sooo long, it's not normal.. ahahaaa... crazy you kodz,that's the "luxury", not "abnormal").

Dari setiap ruangan kita bisa memandang floating floor/ floating mass yang muncul di sana sini. Ruangan theatre dibuat menyerupai bentuk telur yang muncul di tengah-tengah lantai kedua. Semua batasan ruang dibuat seorganik mungkin(I mean curved). Ruang resepsionis, void lift, dan bar dibuat berbentuk bulat telur. partisi-partisi juga dibelokan ke sana kemari.

It's just make me go back to that era, I miss it. Aku kangen saat-saat di mana ide harus diperhitungkan dengan ukuran, logika, dan realita. It makes you smart. Berpikir terus-menerus. Serius deh, lo ga bisa jadi arsitek tanpa daya juang yang tinggi. Haha...
I hope someday I can play it again.Saya sudah dapatkan pelajarannya dari jaman pembelajaran tersebut, dan semuanya diterapkan saat ini, but still, I wanted to use that staedler triangle again.

Architecture,I've been traped by it's charm...

Tuesday, August 19, 2008

music saves me!

Sometimes music saves me.
Saya senang mendengarkan musik klasik, atau musik-musik orkestra. Karena kedengarannya begitu banyak instrumen dan nada yang tergabung di dalamnya, dan sangat menakjubkan bagaimana semuanya bisa menjadi suatu kesatuan. Mendengarkan bar demi bar adalah suatu pengalaman yang mendetail dan asyik, membuat saya menebak-nebak instrumen apa saja yang sedang main saat itu.

Pagi ini otak saya agak penuh. Lalu nemu The best of David Foster di folder teman. Winter Games is still the masterpiece... Dan itu cukup membuat saya bisa mengalihkan perhatian dari hal-hal yang mengganggu. Karena otak saya penuh oleh suara piano yang dahsyat!

=) trims ya, mang dapid ...
u are amazing!

Friday, August 15, 2008

Chooooose, kodz!

I'm married! can u believe that, I am a married woman! kiuwww! this funny and ... AMAZING. Hihi....

Anyway, on this subject I won't take that topic too much. Another time, all right! Saya kmarenan nikah di Salatiga. Semua acaranya di Salatiga. Sekitar 3/4 hari setelah acara, on the way to Solo saya dan Sam mampir di Apple Kids, sekolah yang dijalankan Mbak Ayu, salah satu tante. Apple Kids adalah play group dan TK, 80 % pelajaran dilakukan dalam bahasa inggris. Lucu banget deh. Saya dan Sam ke sekolah itu mengantarkan sepupu (yang beda usianya lebih dari 20 tahun dari Sam), Kariso. Begitu Kariso turun dari mobil dan memasuki halaman sekolah, ada seorang perempuan muda dengan kostum kemeja dan jeans melompat di depan kami(serius deh, dia melompat). "Good morning, Kariso! what time did you sleep last night?" sapanya. Ternyata si mbak adalah salah satu "miss' di sekolah itu.

And that school is incredibly fun. Setiap kelas dilasi matras warna-warni, dan dindingnya penuh dengan hasil karya para murid. Setiap pagi murid dari semua level bergabung dan menyanyikan lagu serta berdoa. Lalu mereka menyanyi dan menari bersama-sama. Ada juga lagu manadarin yang mereka hafalkan.

Mengajar adalah salah satu obsesiku. Tapi akhir2 ini saya lebih silau dengan lingkungan yang lebih stylish. Saya berharap berikutnya bisa bekerja dengan orang-orang di lingkungan majalah. fashion. stage. advertising. etc. Karena kelihatannya terlibat di lingkungan demikian bikin saya lebih up to date. Bikin saya ketemu lebih banyak orang.

Siang ini saya dapat naskah. Saya bersyukur bisa belajar di KUARK ini. Menggambar kartun memberi saya kesempatan untuk belajar tentang mimik dan ekspresi. Saat menggambar si tokoh tadi, saya bertanya-tanya, seberapa banyak sih perbendaharaan saya akan gesture anak-anak? Sejak lama saya menyadari, bila saya berkesempatan mengajar, saya punya motif tambahan: demi profesi ilustratorku, berdekatan dengan anak-anak akan menjadi suatu pengalaman yang memperkaya perbendaharaan visual saya.

Tapi di lain pihak saya merasa di usia ini saya seharusnya mencoba dunia yang lebih dinamis. Mumpung guts-nya masih kuat.

So? I'm still looking for clues =)

Meanwhile, saya senang dapat kembali menikmati menggambar....

Thursday, July 24, 2008

Si Orang Jepang yang baik

Once my uncle told me about japanese people work ethics.

Saat itu kami sedang membicarakan book binding. Om ku berkata, "Orang Jepang itu luar biasa. Apapun di tangan mereka keluarnya pasti bagus. Bahkan kalo bahan yang diberikan kepada mereka jelek, mereka akan berusaha membuatnya menjadi bagus".

Buat saya itu suatu cara pikir yang luar biasa. Kemauan untuk membuat sesuatu menjadi bagus tidak hanya melibatkan hasil secara teknis, tetapi juga kelapangan hati seseorang untuk 'mengangkat' orang lain yang bekerja dalam satu lingkaran bersamanya.

Misalnya saja, akhir-akhir saya makin sering menerima naskah yang menjengkelkan di kantor. Menjengkelkan itu banyak sebabnya, antara lain: Dialog yang terlalu banyak dalam satu halaman, sehingga saya harus menggambar tokoh banyak sekali berulang-ulang, ga efisien banget deh. Atau naskah yang berantakan. Penulis meminta ilustrator membuat diagram, tapi tidak dijelaskan dengan gambar, cuma pake kata-kata. Mesti 3 kali baca baru deh gue ngerti apa maksudnya. Atau satu penulis yang selalu memberi contoh gambar banyaaak sekali. Digambar ulang ga mungkin(ga cukup waktu), ga digambar jadinya tempelan banget. it's cartoon, not a real magazine.

Saya bisa saja menggambar seadanya dengan alasan naskah yang tidak optimal. Tapi kalau saya melakukan itu, sering ada yang ketuk-ketuk di otak saya, bilang bahwa saya belum berusaha cukup keras. Ada seribu satu cara melakukan segala sesuatu. Bahkan naskah yang jelek pun bisa menjadi menarik di tangan ilustrator.
Makanya saya suka ingat si orang Jepang yang diceritakan om saya itu, dan bercita-cita bisa jadi begitu.

Selamat sore!

=)