Apa yang dicari dari seorang ilustrator? their personal touch? The concept behind?
Kalau ke khasan seorang artist yang dipentingkan, berarti jumlah order yang bisa diterima terbatas dong. You can imagine,(even) if an illustrator only draw the sketch, they have still have time limitation to do it.
Berarti nilainya dia dong yang harus bertambah terus. Dalam hal industri buku indonesia, I'm not very much optimistic. Even tough a book illustration is not the only kind of job.
Sunday, May 31, 2009
Wednesday, May 27, 2009
naskah VS desain
-:Jadi, kodz? besok deadline naskah lho
+:Tapi-tapi...desain direktori barang belon dapet...reklame jg belon mantep..
_:tapi ntar telat lagi dong naskahnya?
+:ya abis.....aku lagi smangatnya ngerjain desain...ntar ilang ni kalo ditinggal...
-: deadline is deadline...
+: iya sih... tapi tapi tapi....
-: yah...terserah deh...
Gue lagi memegang prinsip:
1. kerjain satu PER satu. ga bisa tuh kodz, smuanya dikerjain barengan. Ketularan Sam juga sih...kekekkkk...maap ya sayang. ya tapi kmaren ngerjain ilustrasi Bobo berhasil tuh. Walo dengan darah dan air mata(baca: 4 hari ngerjain 1 ilustrasi cerpen padahal gua punya sejibun kerjaan laen, kejahatan banget ga sih,ngambil waktu 4 hari). Hasilnya memuaskan(walo bikin tangan gue ampe hari ini keplitek n badan gue sakit ampir seminggu) ...!
kayak senen sore kmaren aku dapet email pointer naskah, trus BT semaleman, dan pagi besoknya, dan ampe siang, kepikiran ampe ga pengen kerja sama sekali. coba deh. cuma gara2 email naskah. aku ini emang menyebakan. jadi hari ini gue putuskan ga mikirin naskah itu, walo...udah besok booo deadlinenya... hugh...hugh...hguhhh...(terengah2)
2. Do the things you feel groovy. Kalo lagi berasa enak ngerjain desain or gambar, lebih baik gue turutin deh. biasanya OK hasilnya.
Jadi... rencana gue untuk naro sesi kerja malem ini untuk naskah jangan2 ga berhasil...aku masih mau ngerjain direktori....reklame... hauuu...!!!
yeah, we'll see what happen tmorrow.
c u, dude!
+:Tapi-tapi...desain direktori barang belon dapet...reklame jg belon mantep..
_:tapi ntar telat lagi dong naskahnya?
+:ya abis.....aku lagi smangatnya ngerjain desain...ntar ilang ni kalo ditinggal...
-: deadline is deadline...
+: iya sih... tapi tapi tapi....
-: yah...terserah deh...
Gue lagi memegang prinsip:
1. kerjain satu PER satu. ga bisa tuh kodz, smuanya dikerjain barengan. Ketularan Sam juga sih...kekekkkk...maap ya sayang. ya tapi kmaren ngerjain ilustrasi Bobo berhasil tuh. Walo dengan darah dan air mata(baca: 4 hari ngerjain 1 ilustrasi cerpen padahal gua punya sejibun kerjaan laen, kejahatan banget ga sih,ngambil waktu 4 hari). Hasilnya memuaskan(walo bikin tangan gue ampe hari ini keplitek n badan gue sakit ampir seminggu) ...!
kayak senen sore kmaren aku dapet email pointer naskah, trus BT semaleman, dan pagi besoknya, dan ampe siang, kepikiran ampe ga pengen kerja sama sekali. coba deh. cuma gara2 email naskah. aku ini emang menyebakan. jadi hari ini gue putuskan ga mikirin naskah itu, walo...udah besok booo deadlinenya... hugh...hugh...hguhhh...(terengah2)
2. Do the things you feel groovy. Kalo lagi berasa enak ngerjain desain or gambar, lebih baik gue turutin deh. biasanya OK hasilnya.
Jadi... rencana gue untuk naro sesi kerja malem ini untuk naskah jangan2 ga berhasil...aku masih mau ngerjain direktori....reklame... hauuu...!!!
yeah, we'll see what happen tmorrow.
c u, dude!
gue mohon...
Gue ga tau apa yang harus gue mohonkan untuk dia.
A lot of money? my other ***** do not really think about money too much. He stay happy with his everyday life and his surrounding.
But she? That kinda helpless feeling maybe not just because of material matter. Well, of course it will be an issue, which is ALREADY an issue right now. But there are greater things. To love your spouse. Your life. Deal with your environment.
I don't have a clue.
don't...
rrarrrghhh....
...............................................................................................................................................................................................................
Saturday, April 18, 2009
Mmm... Relativity?
WAWANCARA DEE dengan majalah JEUNE
dkutip dari http://dee-event.blogspot.com/
Q&A with CHE - Chief Editor JEUNE:
1. Setelah melewati proses waktu dan perenungan atau atau pencarian jati diri, tolong uraikan siapakah seorang Dee itu sebenarnya?
Saya juga nggak tahu. Haha! Dan itulah indahnya. Sejauh yang saya temukan, yang namanya “diri” itu berubah-ubah, bahkan pernah juga saya merasa “diri” itu tidak ada.
2. Kira-kira apa sesungguhnya peran Dee dan untuk apa Dee di dunia ini?
Saya pun tidak tahu persis apa manfaat saya ada di dunia. Yang jelas mengapa saya bisa terlahir pasti ada penyebabnya, ada karmanya, tapi detailnya bagaimana tidak tahu, tujuan pastinya apa juga tidak tahu. Yang saya jalankan sekarang ini ya peran saya sebagaimana yang saya bisa: menulis, menulis lagu, bernyanyi, menjadi ibu, menjadi istri, menjadi Dewi yang terus berubah dan berevolusi.
3. Sudahkan menemukan jati diri pada akhirnya? Seperti apa bentuknya?
Ya itu tadi. Yang sejauh ini saya telusuri, ternyata “diri” itu cuma bentukan konsep dan fenomena yang kita anggap sebagai identitas permanen kita. Penemuan jati diri, sejauh pengalaman saya, berujung bukan pada jawaban, melainkan usainya “keinginan mencari” itu sendiri.
4. Duka atau bahagia keduanya tidak permanen, lalu apa yang permanen bagi seorang Dee?
Tidak ada.
----------------- -------------------------------------------------------------------------------
Hal pertama yang saya pikir perlu dipelajari oleh seorang anak(setidaknya anak saya) adalah...relativitas. Is that the right word?
Maksudnya begini:
1. Saya berubah. Dari sejak kuliah saya berubah. Apalagi dari sejak SMP-SMA. Perubahan yang buat saya paling mengejutkan adalah perubahan cara pandang saya terhadap berbagai hal. Bahwa hal yang dulu mati2an saya anggap baik dan saya berjanji dalam hati akan saklek tentang hal itu, - ternyata sekarang tidak harus begitu buat saya. Dan saya tidak menyesalinya. Karena ternyata banyak hal yang belum saya lihat dulu- ketika saya berpendapat harusnya A-padahal sekarang saya bisa bilang:"B juga ga papa".
2. Bagaimana seseorang memandang dunianya ternyata sangat dipengaruhi oleh berapa usianya. Apa yang ia (sudah ) alami. Karena itu saya agak sebal pada diri saya sendiri ketika saya mikir" uh,ntar kalo gue punya anak, gimana ya kalo dia pulang malem terus ktemu crowd yang ga bener-apalagi kuliah di luar kota...bla blabla..." Astaga, cerewet banget, yah, saya?! orang tua saya aja ga gitu2 amat(dan mungkin itulah kuncinya saya ga pernah merasa dicerewetin, tapi belajar sendiri bertanggung jawab sama ortu). Nah, seorang parent bisa dengan mudah me-refer pada pengalamannya semasa remaja. apa yang diinginkan anak remajanya. Bagaimana supaya ia tidak dimusuhi anaknya. Tapi seorang anak? Coba deh, kalo ada seorang ibu dan seorang ayah yang sedang mau pergi kencan berdua, trus anaknya ga mau ditinggal? emang normal sih, tapi alangkah indahnya bila seorang anak, betapa mudapun usianya, bisa belajar mengenai toleransi dan empati sedini mungkin. Karena parent juga orang lho. They nrrdtheir own life. Their own time. Kalo gitu, gue rasa kasus2 ibu rumah tangga yang merasa kurang puas pasti berkurang banyak deh.
3. Di dalam buku yang saya baca, DIMSUM TERKAHIR ada narasi dari seorang tokoh yang bilang "surga itu adanya di hati masing2 orang". Saya setuju. Well, saya kira saya setuju. Saya pikir tidak ada orang yang bisa sepenuhnya men-judge orang lain salah atau benar, selain Tuhan. Rasanya saya pernah baca kasus begini: Seorang laki-laki ditinggal oleh istrinya selingkuh atau perbuatan negatif lainnya. Sebagai orang katolik, dia tidak bisa cerai. Tapi beberapa waktu berselang laki2 ini lalu bertemu lagi dengan seorang wanita(beda agama kalo ga salah...lupa). Wanita ini baik, si laki2 ini menjadi orang yang lebih baik dgn wanita ini, dan anak2nya juga dapat menerima wanita tersebut. Lelaki yang bingung ini berkonsultasi dengan pastor. Dan pastor memberikan restunya untuk bersatu dengan wanita tersebut. Hebat banget ya, pastor itu? Karena semua fakta menunjukkan bahwa wanita tsb baik bagi lelaki itu, semua fakta kecuali satu-peraturan gereja yang menyatakan lelaki itu tidak boleh bercerai dengan istrinya yang pertama.
Apakah anak saya akan hidup di dunia yang lebih terbuka nanti?
Dunia yang bisa bilang dan setuju " surga ada di hati masing2 manusia".
Saya baru tahu kalau hidup ternyata berubah terus. Saya boleh punya cita-cita, tapi saya ga bisa tentukan apakah cita-cita saya akan dipenuhi atau tidak. Direstui atau tidak oleh Nya. Yang bisa saya lakukan, sungguh-sungguh satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mencoba untuk melakukan yang terbaik setiap hari. Mencoba menghayati peran dan jalan yang Ia bukakan untuk saya dan keluarga saya saat ini. Lainnya, adalah urusan nanti.
Thursday, March 19, 2009
Carving from Tagua Nut
Saya sedang riset untuk naskah Kuark tentang binatang langka. Salah satunya adalah gajah yang gadingnya dipakai untuk bermacam2 barang ukiran.
Lalu saya sampai di web ini: http://www.dawnontheamazon.com/blog/2008
Rupanya para pengrajin gading telah menemukan vegetable ivory, yaitu bahan pengganti gading agar gajah tidak terus menerus diburu. Buah dari tanaman ivory palms/or tagua palms daging buahnya menyerupai material gading. Warnanya putih dan kerasnya minta ampun(mule ngasal...hehe...)
Nah, saya terkesan banget karena pas ke bali november lalu kami ketemu dengan seorang pengrajin ukiran, di daerah... mana itu ya? ubud. Si Pengrajin memperlihatkan kepada kami ukiran persis seperti foto di atas. Waktu dia cerita bahan dasarnya adalah buah, kami terbengong-bengong.
Jadi sekarang saya baru ingat lagi, dan... hebat ya, si pengrajin ubud dipesan ukirannya jauh2 dari negara sanaaa... dan hasilnya bagus banget.
Ayo ke Bali lagi! =D
Thursday, March 5, 2009
05.05.2009
Gue pengen....
Pengen apa ya?
Gue pengen punya banyak waktu untuk nggambar. banyaaak waktu. and a constance good mood =p
Sehingga gue ga perlu banyak2 termenung berpikir2, gue mau gambar gue ke arah mana, sih?
Kenapa galeri gue beda2 semua, sih? Orang bingung ga sih, kalo liat galeri gue?
And I need to meet crowd. Any crowd. I'm a bit disconnected.
yeaaa....
Pengen apa ya?
Gue pengen punya banyak waktu untuk nggambar. banyaaak waktu. and a constance good mood =p
Sehingga gue ga perlu banyak2 termenung berpikir2, gue mau gambar gue ke arah mana, sih?
Kenapa galeri gue beda2 semua, sih? Orang bingung ga sih, kalo liat galeri gue?
And I need to meet crowd. Any crowd. I'm a bit disconnected.
yeaaa....
Wednesday, December 17, 2008
Memilah
Memilah.
Memburu satu titik masalah sampai titik itu menjadi terang benar asal-usul sebab-akibatnya di otakmu.
Saya mulai belajar menulis naskah. This is one of the blessings He gave me. Ketika saya akan pindah dan kantor tidak menginginkan ilustrator yang tidak dapat hadir secara fisik, saya diberi pilihan lain: menulis. It's kodz kodz kodelikodz, who always have a will to be a writer =)
So, here I am! trying to understand all of this scientific material. Untuk satu naskah ini, materinya Penyerapan Bunyi. Itu adalah topik ynag disebut Pak Joko kepadaku. Ia menyebutkan beberapa pointer, yang mengaburkan topik utama tadi. Aku, tepatnya, mengaburkan semuanya dalam otakku.
Tahukah kamu, dari suatu sumber bunyi, bunyi akan merambat melalui media dan kemudian ia diserap, atau, dipantulkan. Pantulan bunyi dapat berupa 1) bunyi yang memperkeras bunyi asli, 2) gaung, dan 3) gema.
Pointer yang disebut Pak joko a. l. : contoh2 ruangan dengan dinding khusus, sifat bunyi, material2 penyerap bunyi.
Pada research pertama saya tersesat ke wilayah desain akustik. Bagaimana agar kualitas audio suatu home theater baik adanya. Ini tidak hanya bicara tentang penyerapan bunyi, tapi juga bagaimana agar bunyi dapat disebar frekuensinya sehingga suara dari peralatan audio tetap prima.
Lalu saya menghadap Pak Joko. Ia bilang pada saya, bahwa fokusnya adalah "Bunyi dapat diserap. ia dipantulkan berulang2 dalam rongga suatu material dan akhirnya hilang". Saya masih belum ngeh juga. Ga memfokuskan pikiran saya pada kata 'penyerapan bunyi'.
Lalu saya baca komik KUARK Tahun ke-2(skarang udah terbitan tahun ke-5), tulisan Vinda. Dan saya baru ngerti apa yang Pak Joko maksudkan. Penyerapan bunyi, kodz! penyerapan bunyi! Naskah yang ditulis Vinda memfokuskan diri pada penjelasan bagaimana bunyi dapat menjadi begitu bising sehingga ia perlu treatment agar kebisingan itu tidak mengganggu. Yaitu dengan cara diserap.
Naskah yang sudah saya tulis, menyebutkan satu point fokus di atas dalam satu kalimat yang cuma makan tempat 1/4 halaman. Sementara Vinda membahasnya dalam 4 halaman. Hell, yeah! Aku baru sadar aku menyesatkan diri lagi dengan memasukkan pantulan sebagai fokus pembahasan. Vinda membahas penyerapan suara dengan setting yang nyata dan familiar. rrraaaaggghhhh.....
Menajamkan topik yang dibahas, dan mendapatkan pengertian yang mendalam dari topik tersebut. Kalo kita bisa melakukan itu, niscaya masalah akan lebih cepat selesai. Karna masalah jadi terlihat lebih sederhana. Sehingga kita ga jiper untuk menyelesaikannya.
Camkan itu, kodz!
Baik, madame!
Haiyah!
Memburu satu titik masalah sampai titik itu menjadi terang benar asal-usul sebab-akibatnya di otakmu.
Saya mulai belajar menulis naskah. This is one of the blessings He gave me. Ketika saya akan pindah dan kantor tidak menginginkan ilustrator yang tidak dapat hadir secara fisik, saya diberi pilihan lain: menulis. It's kodz kodz kodelikodz, who always have a will to be a writer =)
So, here I am! trying to understand all of this scientific material. Untuk satu naskah ini, materinya Penyerapan Bunyi. Itu adalah topik ynag disebut Pak Joko kepadaku. Ia menyebutkan beberapa pointer, yang mengaburkan topik utama tadi. Aku, tepatnya, mengaburkan semuanya dalam otakku.
Tahukah kamu, dari suatu sumber bunyi, bunyi akan merambat melalui media dan kemudian ia diserap, atau, dipantulkan. Pantulan bunyi dapat berupa 1) bunyi yang memperkeras bunyi asli, 2) gaung, dan 3) gema.
Pointer yang disebut Pak joko a. l. : contoh2 ruangan dengan dinding khusus, sifat bunyi, material2 penyerap bunyi.
Pada research pertama saya tersesat ke wilayah desain akustik. Bagaimana agar kualitas audio suatu home theater baik adanya. Ini tidak hanya bicara tentang penyerapan bunyi, tapi juga bagaimana agar bunyi dapat disebar frekuensinya sehingga suara dari peralatan audio tetap prima.
Lalu saya menghadap Pak Joko. Ia bilang pada saya, bahwa fokusnya adalah "Bunyi dapat diserap. ia dipantulkan berulang2 dalam rongga suatu material dan akhirnya hilang". Saya masih belum ngeh juga. Ga memfokuskan pikiran saya pada kata 'penyerapan bunyi'.
Lalu saya baca komik KUARK Tahun ke-2(skarang udah terbitan tahun ke-5), tulisan Vinda. Dan saya baru ngerti apa yang Pak Joko maksudkan. Penyerapan bunyi, kodz! penyerapan bunyi! Naskah yang ditulis Vinda memfokuskan diri pada penjelasan bagaimana bunyi dapat menjadi begitu bising sehingga ia perlu treatment agar kebisingan itu tidak mengganggu. Yaitu dengan cara diserap.
Naskah yang sudah saya tulis, menyebutkan satu point fokus di atas dalam satu kalimat yang cuma makan tempat 1/4 halaman. Sementara Vinda membahasnya dalam 4 halaman. Hell, yeah! Aku baru sadar aku menyesatkan diri lagi dengan memasukkan pantulan sebagai fokus pembahasan. Vinda membahas penyerapan suara dengan setting yang nyata dan familiar. rrraaaaggghhhh.....
Menajamkan topik yang dibahas, dan mendapatkan pengertian yang mendalam dari topik tersebut. Kalo kita bisa melakukan itu, niscaya masalah akan lebih cepat selesai. Karna masalah jadi terlihat lebih sederhana. Sehingga kita ga jiper untuk menyelesaikannya.
Camkan itu, kodz!
Baik, madame!
Haiyah!
Subscribe to:
Posts (Atom)

